Monday, April 20, 2015

Pendakian Gunung Ciremai via Palutungan

Sebelumnya saya (dhika) bersama adi berencana untuk hiking atau mendaki gunung pada liburan bulan april ini yaitu pada tanggal 3, 4, dan 5 2015. Rencana awalnya hanya kita berdua yang akan jalan untuk mengisi liburan kali ini dan hanya akan mendaki gunung-gunung yang jarak nya tidak terlalu jauh dari kota Bekasi, kota kelahiran kami. Tapi seiring berjalannya waktu (tsaaahhhh, Bahasa nya sastra banget yaaakk… :) ) akhirnya 3 orang teman kami ikut bergabung yaitu Hafiz, Doni, Rizka. Ada dua opsi tujuan awal kita waktu itu yaitu gunung Guntur di Garut dan Gunung Ciremai di Kuningan. Akhirnya kita putuskan untuk naik gunung ke gunung ciremai. Berbagai persiapan pun kita lakukan baik secara fisik, mental, dan financial (hahaha…). Meet up kecil-kecilan kita lakukan juga untuk melakukan rencana perjalanan, konon kabarnya di sana jarang air jadi harus dipersiapkan dengan matang manajemen logistik nya. Di ciremai ada 3 jalur pendakian, yaitu jalur palutungan, jalur apuy, dan jalur linggarjati. Dari ketiga jalur tersebut kita memutuskan untuk melewati jalur palutungan. 

Sebelum lanjut ke cerita kenalin dulu ah orang-orang yang ada di trip ini
Saya sendiri (Dhika)
Adi
Doni
Hafiz
Rizka
Teman seperjalanan Kang O'O (Tri Nugroho)
Langsung saja di hari H keberangkatannya. Kita janjian kumpul di terminal pulogadung jam 8 malam. Tapi saya sendiri baru sampe di terminal pulogadung pada pukul 9, maklumlah saya ada kuliah malam dulu di salah satu kampus di daerah cawang. Hehehe… :) 

Alhamdulillah nya lagi mas hafiz mempunyai teman yang mempunyai hobi di dunia per bis an (bismania), sehingga tidak sulit bagi kita untuk memilih bis ke kuningan dan terhindar juga dari calo. Akhirnya kita naik bis Luragung Jaya (yang katanya terkenal ekstrim gaya mengendarainya) menuju kuningan dengan tarif Rp70.000. Benar saja dugaan kita selepas tol cikampek, di jalur pantura bis ini jalan dengan manuver manuver yang ciamik, hehehe,, . bagi yang belum biasa lumayan sport jantung juga hahaha. Lebih baik tidur ajah deh klo begitu. 

Kamis, 2 April 2015
Kita start dari terminal Pulogadung jam 21.00 WIB, infonya bis arah ke Kuningan kadang ampe jam 11 malem. Karena kita mau nanjak lewat Palutungan, kita titip pesan ke kondektur klo kita mau ke Gunung Ciremai dan mau lewat Palutungan. Akhirnya kita diturunin sama si kondektur di daerah cirendang kurang lebih pukul 4 pagi. Rencananya sih kita mau ke pasar untuk memebeli logistic dan perbekalan. Tetapi rencana tetaplah rencana, kenyataannya pagi pagi pas turun dari bus kita sudah di datangi angkot untuk yang menawarkan jasa untuk mengantarkan kami ke basecamp palutungan. Sempat terjadi perdebatan kecil antara kami dan akang angkot tsb. Karena kita masih mau solat dahulu dan belanja ke pasar. Tapi setelah perdebatan kecil tersebut akhirnya kita mengalah dan naik angkot tsb dengan syarat abang angkot itu mau menemani kami ke pasar dan minimarket. Dengan tarif Rp20000/orang kita jalan menuju basecamp. Kita mampir di salah satu alfamart di daerah cirendang untuk membeli perbekalan air dan logistic yang kurang. Agak sedikit lama memang waktu kita belanja di mini market tsb, sehingga membuat akang supir angkot ts agak kesal sepertinya dari raut wajah yang saya lihat. Setelah belanja selesai di alfamart niat kita untuk belanja lagi ke pasar tradisional kita urungkan saja, huffhh. Karena akang supir angkot tersebut meminta tariff tambahan. ( padahal tadi pas awal dia udah setuju ajah mau nemenin kita belanja).

Jum'at, 3 April 2015
Skip cerita kita sampe di basecamp jam 5 lewat dikit, setelah sampe kita menurunkan tas carrier dari mobil angkot dan beberes. Sambil solat subuh juga di warung sebelah basecamp palutungan. Setelah selesai solat kami langsung menyantap sarapan pagi yang di jual di warung tsb. Dengan menu nasi, mie goreng, telor dadar balado, dan tempe orek. Sluuurpppp lezaaat :P . pagi itu di basecamp palutungan di selimuti kabut tebal dan dingin juga udaranya. Selesai makan si adi langsung menuju pos basecamp palutungan untuk registrasi pendaftaran pendakian. Sambil si adi registrasi kita berempat (gw, doni , hafiz , rizka) melakukan packing ulang barang barang bawaan kami. Sepertinya sudah penuh sekali semua isi tas carrier kita. Benar benar di maksimalkan kegunaan dari tas carrier kita. Karena memang kita membawa air mineral jg, per orang di jatah membawa 3 botol. Jika total semua kita membawa 15 botol air mineral ukuran 1,5 liter + 1 gerijen 5 liter (tp msh kosong), hahahaha kebayang kan tuh beratnya. Belom lagi barang bawaan pribadi kita.


Selesai adi melakukan registrasi kita bersiap siap untuk mendaki (akhirnya saudara-saudara kita akan mendaki, #jreng jreng jrengg!! *efek music) :D. sebelum mendaki kita berdoa terlebih dahulu setelah itu tidak lupa selfie di depan pos palutungan (dasar narsis hahaha). Tepat jam 7 pagi akhirnya kita start dari basecamp palutungan. Jalur awal pendakian masih di dominasi oleh rumah- rumah penduduk. Lalu agak jalan ke atas lagi kita akan disambut oleh kebun dan ladang pertanian milik penduduk juga, terdapat juga beberapa kandang sapi perah. Kita berjalan dengan tempo sedang, di awal awal perjalanan si rizka sudah mulai kehabisan nafas, dia tertinggal jauh di belakang. Dia batuk batuk seperti ingin muntah, hehehe. Saat berjalan akhirnya kita menemukan sebuah pos kecil dan memeutuskan untuk menunggu si rizka dan doni yang masih ada di belakang.

Saat sedang istirahat kita bertemu dengan pendaki lain yang berasal dari Cirebon. Nama panggilannya Oo’. Dia seorang single parents, ehh salah single fighter maksudnya. Hahaha…) Alias mendaki sendirian. Akhirnya setelah istirahat yang cukup kita memulai perjalanan lagi dan si Oo’ pun ikut bergabung di rombongan kita, di sinilah pertemuan pertama kita dengan Oo' #ceileeeeh. Kita pun mulai masuk ke dalam hutan. Vegetasi masih di dominasi pohon pinus (mudah-mudahn bener nama pohonnya itu :D). jalur pun masih di dominasi tanah yang keras. Karena kita berjalan ala orang jawa, yaitu alon-alon sing kelakon, sedangkan Si Oo’ jalannya memang agak cepat,. Jadilah kita tertinggal oleh si Oo’ (maklum rata-rata kelas berat semua) hahaha’’. Jadi jalannya lambat menuju sedang.


Akhirnya pada tengah hari pun tepatnya jam 12 lebih kita sampai di pos cigowong. Disitu kita bertemu lagi dengan si Oo’ yang memang sudah sampai dan sedang beristirahat di pondok yang telah dibangun di sana. Di sana kita beristirahat untuk solat dan makan. Kebetulan sumber air hanya ada di pos ini dan di pos gua walet. Jadi kita sekalian mengisi derijen kosong yang telah kita bawa sebelumnya. Di pos itu kita munyantap makan siang. Kita memasak ransum tni yang rasanya nasi ayam kecap. Sluuurrpppp :P, enak banget lah pokoknya. Selesai isoma kita pun packing lagi dan melanjutkan perjalan lagi. Dari pos cigowong ini jalur pendakian sudah mulai di dominasi oleh vegetasi pohon-pohon yang lebat yang batangnya berlumut (khas vegetasi hutan hujan) lalu trek nya tanah yang basah serta terdapat tanjakan bebatuan dan akar akar pohon. Target kita yaitu ingin nge camp di pos gua walet, agar bisa dekat dari puncak, dan kita bisa muncak. Akan tetapi target hanyalah target, kenyataan berkata lain. Kita akhirnya ngecamp di pos ampera, yaitu pos sebelum pos arban dan setelah pos paguyangan badak. Karna factor X dan factor factor lainnya yang membuat akhirnya kita memutuskan untuk membuat tenda disini.
Pos Cigowong
Trek baru lebih landai berada di belakang toilet

Sekitar jam 5 sore kami membangun tenda di sini, kami membuka 2 tenda yaitu tenda kami dan tendanya si Oo’. Oh iya, dari pos cigowong sampai pos amper tadi si Oo mulai bergabung dengan kita lagi dalam perjalanan ke atas. Setelah selesai membangun tenda kita langsung masuk tenda dan beres-beres, saya sendiri pun langsung istirahat sebentar sekadarnya. Si Hafiz dan si Rizka pun sedang bersiap siap memasak untuk santap sore kita saat itu. Terlihat sangat kompak sekali mereka (baca: Hafiz & Rizka) itu. Saya pun mengeluarkan kompor dan logistic yang saya bawa untuk di masak oleh mereka. Yang lain pun juga sama mengeluarkan logistik mereka. Kebetulan jatah membawa kompor ada di saya. Selesai mengeluarkan barang-barang, si Hafiz dan Rizka langsung memulai memasak. Jadilah nasi satu piring dengan lauk kentang kering. Tak lupa juga mereka membuat sop bening. Karena kebetulan kita lupa membeli bumbu sop, dan hanya ada bumbu tempe goreng, jadilah masak sop bumbu royco tempe goreng dan garam. Bisa ditebak hasil akhirnya rasanya yaa seperti tempe goreng, hahahaha,,,, :D. gpp lah yang penting perut keisi. Selesai makan saya langsung tertidur karena lelah sekali.
Pos Paguyangan Badak
Sabtu, 4 April 2015
Sabtu pagi kali itu saya terbangun pukul 6 pagi. ku buka tenda dan disambut udara pagi yang dingin dan pemandangan hijaunya pohon pohon yang lebat. Pagi itu kulihat tenda sebelah yatiu tendanya si adi, rizka dan hafiz jg sudah bangun. Mereka bersiap-siap untuk memasak air untuk membuat kopi, energen dan teh. Pagi itu kita sarapan dengan energen dan roti bakar kacang. Selesai sarapan kita bersiap-siap untuk lanjut ke puncak dan meninggalkan tenda dengan hanya membawa beberapa logistic dan beberapa barang yang seikiranya penting agar mengurangi beban kami. Tepat jam 7 pagi kami berangkat. Kami berangakat berlima tanpa si rizka. Rizka tidak ikut muncak kali ini karena alasan tertentu. Mungkin dia lelah (?) (bisa jadi). Hehehe,,, . akhirnya sebelum berangkat kita berdoa untuk kelancaran dan keselamatan perjalanan. Dengan tempo sedang kita pun berjalan menyusuri jalur pendakian ciremai tersebut. Pos demi pos kita lalui, tenda demi tenda kita lewati. Makin ke atas jalur yang kami lalui semakin terjal dan bervariasi.

Dari bebatuan, tanah lembut, hingga akar. Di jalur tanah yang agak lembek pun banyak dari kami yang terpleset termasuk saya sendiri. Setelah melewati pos sangyang ropoh kami mulai masuk ke jalur bebatuan. Di tengah perjalan kami sempat terhenti karena kaki si doni sedikit keseleo. Di situ sempat terjadi perdebatan kecil antara kita. Apakah ingin lanjut perjalanan atau kembali ke tenda lagi. Akhirnya si hafiz memutuskan untuk kembali saja. Karena tidak ingin mengambil resiko. Sedangkan si Oo, dia melanjutkan perjalanan ke puncak sendiri. Di tengah perjalanan turun kita ditemani oleh hujan rintik yang semakin membesar. Kita pun segera memakai jas hujan yang telah kita bawa. Pengalaman juga bagi saya kehujanan di tengah gunung. Jalur yang tadinya tidak terlalu ekstrem menjadi tambah ekstrem. Hahaha , saya pun sempat terpleset berkali kali. Sampe si adi pun tertawa terbahak-bahak melihat saya yg terpeleset. Sekitar jam 4 kami sampe di tenda. Dan segera beres beres. Saya ganti baju begitupun yang lain.
Pos Arban
Pos Tanjakan Asoy
Pos Pesanggrahan
Pos Sangyang Ropoh

Setelah kami semua selesai beres beres si rizka ternyata udah memasak nasi dan akhirnya kita langsung santap makan. Selesai makan kita langsung ngobrol dan bersenda gurau. Oh iya Kita makan bersama-sama di tendanya adi. Sedangkan si Oo makan pop mie yang dia bawa. Selesai makan si doni, saya, dan Oo kembali ke tenda kami. Di dalam tenda si Oo dan doni langsung merokok. Beuuuhh bener bener ngebul tenda kami. Akhirnya karena ngebul saya pun pindah ke tenda adi. Berharap dapat udara yang segar. Awal masuk sih saya ngobrol ngrobrol biasa tapi sesaat kemudian tercium bau belerang. Usut punya usut ternyata si mas adi kentuuuut. Hahaha,,, apes memang. Pindah tenda niat nya nyari udara yang bersih malah dapet bau belerang nya si adi. Di dalam tenda pun terjadi curhat dadakan dan komunikasi berbagai arah. Ketika kita sedang asik mengobrol, ternyata si Oo memutuskan untuk turun malam itu juga karena ada kepentingan. Ahirnya saya membantu Oo untuk membereskan tendanya dan saya membuka tenda satu lagi yang telah kita bawa. Karena kebetulan tenda yang saya tempati adalah tenda miliknya si Oo. Setelah beres si Oo langsung pamit untuk turun. Kita pun setelah itu langsung masuk ke tenda kita masing masing untuk segera tidur.

Minggu, 5 April 2015
Minggu pagi kita terbangun jam 7 dan segera bersiap siap untuk turun. Kita makan terlebih dahulu memasak nasi yang telah di liwet. Hehehe. Selesai makan kita langsung packing dan membereskan tenda serta membawa semua sampah kita turun. Tepat jam 9 kita mulai turun. Ternyata menuruni gunung lebih cepat di bandingkan naiknya. Benar saja skeitar jam 12 siang kita sudah mencapai pos basecamp palutungan. Di pos palutungan kita di sambut oleh penjaga pos dan diminta berfoto sebentar bersama sampah yang kita bawa. Menurut beliau foto kita akan di pajang di mading pos tersebut karena telah menjadi pendaki yang baik yang membawa sampah nya turun hehehe. Di pos tersebut kita pun istirahat dan mandi. Kebetulan memang sudah 3 hari kita tidak mandi di atas gunung. Selesai semuanya mandi kita pun segera menyantap makan siang yang telah sediakan oleh pihak pos. hahaha (Alhamdulillah sekali yahh , maklum tiket masuknya ajah mahal).

Skip cerita kita langsung bersiap untuk ke cirendang lagi. Menunggu angkot yang tak kunjung datang. Akhirnya kita start turun jam 3 menaiki angkot putih (lupa nomer angkotnya :D). sampe cirendang sudah ada bis Setia Negara yang sedang ngetem. Kita pun langsung naik bis tersebut. Tawar menawar pun sempat terjadi sebelum menaiki bus tersebut. Akhirnya deal dengan harga Rp 70.000 yang awalnya Rp 75.000. Tepat jam 5 sore kita berangakat menuju Jakarta. bis setia Negara pun tidak jauh beda dengan bis luragung jaya dalam hal membawa kendaraan. Sama sama bikin sport jantung. Di daerah sekitar subang kami terkena macet. Dan bis setia Negara ini membuka jalur alias melawan arah di jalur sebelahnya. Sempat kami kaget karena terkena lemparan botol mineral dari pengendara yang lewat. Hufhhhh benar benar sport jantung dahh. Akhirnya tepat jam 12 malam kita sampai di Jakarta. Si adi dan doni turun di caman dan saya Rizka Hafiz pun turun di bintara, tepatnya di pinggir jalan tol. 

"Mungkin pendakian kali ini kita tidak dapat menggapai puncak, namun bukan puncak tujuan akhir kita, mensyukuri alam yang sudah dihadirkan oleh ALLAH SWT lah tujuan utamanya."

"Sekali lagi kita saling mengingatkan JANGAN PERNAH BUANG SAMPAH DI GUNUNG."


Tambahan :
- Via jalur Palutungan, air hanya ada di Pos Cigowong. Di Pos Goa Walet pun ada dari tetesan air di dalam goa, namun kadang gak netes (untung-untungan)
- Saat pendakian kami membawa 15 botol 1.5L dan derijen 5L alhamdulillah cukup
- Gunung Ciremai kadang terselimuti kabut, tetap jaga jarak masing-masing personal
- Selalu persiapkan fisik sebelum melakukan pendakian.

Salam,
-Dana Andhika | @dhiikaa-

Official twitter @para_gembel

14 comments:

Anonymous said...

kang boleh tau sakarang berapa tiket masuk pendakiannya per orang y? email aja kang k noenk.7587@gmail.com cos besok mo ksana via palutungan jga.. thx info nya y.. nuhun kang>>>

Anugrah said...

via palutungan 50rb/orang kang

Ryan Aruman said...

Tanggal 20 insya allah mau nanjak via palutungan hehe kira2 ramai ga ya? Mau barengan hehe

Mimi Misbah said...

Rencana pengen ke ciremai tgl 24 des 2015. Berbahaya ga gan? Pan musim hujan

Mimi Misbah said...

Rencana pengen ke ciremai tgl 24 des 2015. Berbahaya ga gan? Pan musim hujan

Yogapratama Yoga said...

Insaalllah mlm ini berangkat lg musim kemarau iya kang

Inggit Erlianto said...

Menarik sekali ceritanya mas, serasa ikut dalam pendakian. Ngomong-ngomong bagaimana rasanya sayur sop dengan bumbu tempe ya. Hahaha

Salam kenal mas, jika berkenan mampir ke blogku juga. Terimakasih :)
lajurpejalan.com

paragembelgembel said...

waaah mohon maaf melewatkan beberapa komentar hehehe, semoga sukses untuk perjalanannya.

aditya dedek said...

24 strat naik gw dr jakarta 4 orang janjian sama anak kuningan 3,

aditya dedek said...

24 strat naik gw dr jakarta 4 orang janjian sama anak kuningan 3,

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Dwi utari said...

Assek. Anak caman juga ya hahahahaa......aku jg pengen bangeg ke cireme tp katanya lagi masih ditutup.

Unknown said...

numpang nanya nih sob,kalo kita dari pulo gadung , doi pasti lewat cirendang yak ? luragung nya.
terus kalo misalkan udah di cirendang , naik angkot apa yak? apa lo nyewa? minta info nya dong sob. brpan totalnya?

Pendakian gunung Ciremai via linggarjati said...

Kang mau nanya, kalau kita naik gunung Ciremai via Palutungan terus turun gunung Ciremai via Linggarjati boleh enggak?